Kunjungan Delegasi UNIDA ke Istanbul University: Memperkuat Jembatan Akademik Indonesia-Turki Untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia

Kunjungan Delegasi UNIDA ke Istanbul University: Memperkuat Jembatan Akademik Indonesia-Turki Untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia

Blog Single

Dalam rangka mempererat jalinan kerja sama internasional di dunia pendidikan, Universitas Djuanda (UNIDA) melakukan kunjungan delegasi ke Istanbul University, Turkiye, pada hari ini, Senin, 29 September 2025. Kunjungan ini menandai komitmen kedua universitas untuk tidak hanya menjalin hubungan di atas kertas, tetapi juga mewujudkannya dalam aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat global.

Delegasi UNIDA terdiri dari tiga pimpinan kunci, yaitu Dr. Aal Lukmanul Hakim selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Radif Khotamir Rusli selaku Kepala Kantor Urusan Internasional, dan Dr. Warizal selaku Direktur Treasury. Kehadiran mereka merepresentasikan aspek strategis dari pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari akademik, internasionalisasi, hingga keuangan.

Sesuai dengan jamuan yang hangat dan penuh kekeluargaan, delegasi UNIDA disambut langsung oleh Wakil Rektor Istanbul University, Prof. Selçuk Da?demir, didampingi oleh Kepala Kantor Internasional universitas tersebut. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang resmi namun akrab, mencerminkan semangat persaudaraan yang dijunjung tinggi oleh kedua belah pihak.

Dalam pertemuan tersebut, kedua universitas menyadari posisi unik mereka sebagai institusi pendidikan yang diisi oleh insan akademik dari negara dengan populasi Muslim terbesar. Prof. Dr. Selçuk Da?demir dalam sambutannya menekankan bahwa sebagai sesama umat Muslim, akademisi Indonesia dan Turkiye memiliki tanggung jawab moral untuk menguatkan barisan.

Harapan yang digaungkan adalah terciptanya kerja sama yang aktual dan dapat diimplementasikan secara nyata. Kerja sama ini tidak hanya dimaksudkan untuk memajukan dunia akademik, tetapi juga untuk secara aktif berkontribusi dalam mendukung perdamaian dunia dan penguatan hak asasi manusia.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Selçuk Da?demir menyoroti pentingnya memastikan bahwa Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua universitas tidak berhenti menjadi dokumen semata. Beliau menegaskan, "MoU harus menjadi ruh yang menghidupkan berbagai kegiatan kolaboratif yang nyata dan bermakna bagi kedua pihak."

Beberapa bentuk aktualisasi kerja sama yang menjadi fokus pembicaraan mencakup program studi bersama (cultural exchange) yang memungkinkan mahasiswa dari kedua negara saling merasakan dan mempelajari budaya masing-masing. Selain itu, kemitraan antara mahasiswa dan dosen (student and lecturer partnership) juga menjadi agenda prioritas.

Ruang kolaborasi lainnya yang sangat potensial adalah pelaksanaan penelitian bersama (joint research). Dengan menggabungkan keahlian dan sumber daya dari kedua universitas, diharapkan lahir berbagai inovasi dan solusi untuk menjawab tantangan global, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu kemanusiaan dan perdamaian.

Dari sisi implementasi dan keberlanjutan, Dr. Warizal menyampaikan komitmennya untuk mendukung aspek pendanaan dan tata kelola keuangan yang sehat bagi semua program kerja sama yang akan dirancang. Dukungan ini diharapkan dapat memastikan setiap inisiatif dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.

Kunjungan delegasi Universitas Djuanda ke Istanbul University hari ini diharapkan menjadi batu pijakan kokoh bagi terwujudnya kemitraan strategis yang lebih dalam dan luas. Melalui semangat kolaborasi yang nyata, kedua universitas bertekad untuk bersama-sama membangun jembatan pengetahuan dan kemanusiaan, memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai agen perdamaian dan pembela hak asasi manusia di kancah global.

Related Posts: