Kolaborasi Internasional UNIDA dan Recep Tayyip Erdogan (RTE) University Turki Siap Gelar Summer Camp 2025

Kolaborasi Internasional UNIDA dan Recep Tayyip Erdogan (RTE) University Turki Siap Gelar Summer Camp 2025

Blog Single

Delegasi Universitas Djuanda (UNIDA) mengadakan pertemuan kolaboratif dengan Prof. Dr. Naim Damirel dari Recep Tayyip Erdogan (RTE) University, Turki, di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (8/5/2025) ini membahas persiapan Program Summer Camp 2025 yang akan digelar di Rize, Turki, sekaligus memperkuat kerja sama akademik antara kedua perguruan tinggi.

UNIDA Bogor diwakili oleh Kepala Kantor Urusan Internasional, Dr. Ani Yumarni, SH, MH (Kaprodi Magister Hukum), Dr. Nurwati, SH, MH (Dekan Fakultas Hukum), serta Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I, MCE (Dekan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru). Sementara itu, RTE University diwakili langsung oleh Prof. Dr. Naim Damirel selaku Dekan Fakultas Hukum RTE University dan koordinator Program Summer Camp 2025.

Program ini direncanakan berlangsung selama 10 hari pada September 2025 di kampus RTE University, Rize, Turki. Kegiatan akan difokuskan pada workshop akademik lintas bidang serta kunjungan ke institusi-institusi strategis di wilayah setempat.

“RTE University akan menyediakan akomodasi penuh di asrama kampus beserta konsumsi peserta, sebagai bentuk dukungan terhadap pertukaran pengetahuan antarnegara,” ujar Prof. Naim.

Selain mahasiswa, program ini juga akan melibatkan dosen pendamping sebagai supervisor akademik. UNIDA Bogor berkesempatan mengirimkan 15 mahasiswa dan 2 dosen supervisor, bergabung dengan 15 mahasiswa dari Universitas Al-Azhar Jakarta dan 20 mahasiswa dari Qatar University, sehingga total peserta mencapai 50 orang.

Salah satu agenda unggulan dalam program ini adalah simposium internasional, yang terbuka bagi seluruh peserta. Mahasiswa dan dosen UNIDA akan diberi ruang untuk mempresentasikan artikel ilmiah atau poster riset sesuai tema yang diangkat. Simposium ini diharapkan menjadi sarana publikasi sekaligus penguatan jejaring riset global.

“Ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk menguji kualitas hasil riset mereka dalam forum internasional,” ujar Kepala Kantor Urusan Internasional UNIDA.

Selain kegiatan akademik, peserta juga dijadwalkan mengikuti tur ke Istanbul selama 2–3 hari secara mandiri. Prof. Naim turut memberikan rekomendasi destinasi serta agen perjalanan terpercaya dengan paket yang terjangkau.

Detail jadwal dan daftar pembicara tambahan akan ditentukan dalam waktu satu bulan ke depan. Salah satu yang diusulkan sebagai narasumber hybrid adalah Prof. Martin Roestamy dari UNIDA Bogor.

“Kami mengutamakan konten yang praktis dan relevan dengan isu-isu akademik terkini,” tegas Prof. Naim.

Seluruh rangkaian kegiatan akan menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris untuk menjamin integrasi peserta lintas negara. Sebagai langkah lanjutan, UNIDA akan segera mengirimkan daftar calon peserta kepada pihak RTE University guna keperluan surat undangan resmi. Adapun koordinasi teknis, seperti jadwal simposium, pengurusan visa, dan akomodasi, akan dibahas melalui pertemuan daring dalam dua minggu ke depan.

“Semua pihak perlu bergerak cepat agar seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu,” tambah Prof. Naim.

Pertemuan ditutup dengan penuh optimisme. Prof. Naim mengapresiasi inisiatif UNIDA dalam memperluas kolaborasi akademik berskala global.

“Ini adalah langkah awal menuju kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan,” ungkapnya.

Pihak UNIDA juga menegaskan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh program ini sebagai bagian dari langkah internasionalisasi pendidikan, dalam upaya mewujudkan visi World Class University 2030.

Related Posts: